Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong Wanita di KRL

menteri-pppa-minta-maaf-soal-usul-gerbong-wanita-di-krl . (net)

Tridinews.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait usulan reposisi gerbong perempuan setelah insiden kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur.

Arifah mengakui usulan tersebut kurang tepat karena disampaikan saat proses evakuasi masih berlangsung dan suasana duka masih dirasakan keluarga korban. Ia meminta maaf kepada masyarakat, terutama kepada korban dan keluarga 16 korban meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (27/4/2026). Awalnya, sebuah taksi listrik mengalami korsleting dan mogok di perlintasan Ampera Bekasi sekitar pukul 20.47 WIB. Kendaraan tersebut tertemper KRL rute Kampung Bandan–Cikarang sehingga rangkaian kereta berhenti darurat di jalur KM 28+920.

Beberapa menit kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menghantam bagian belakang KRL yang sedang berhenti. Benturan keras tersebut menghancurkan gerbong paling ujung dan menyebabkan korban jiwa serta puluhan penumpang luka-luka.

Menanggapi kritik publik, Arifah menegaskan tidak ada niat untuk mengabaikan keselamatan penumpang pria. Menurutnya, keselamatan seluruh penumpang tetap menjadi prioritas utama tanpa memandang gender.

Ia juga menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan korban, dukungan bagi keluarga, serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi kereta api.

Selain itu, Kementerian PPPA turut memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga korban, khususnya anak-anak yang kehilangan orang tua akibat tragedi tersebut.


Editor: redaktur

Komentar