Tridinews.com - Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan mendekati level 79.500 dolar AS pada Rabu (22/4), setelah sempat turun ke kisaran 74.000 dolar AS di awal pekan. Kenaikan ini dinilai sebagai sinyal positif di tengah situasi global yang masih penuh ketidakpastian.
Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa penguatan ini didorong oleh derasnya aliran dana dari investor institusional. Sepanjang pekan, produk spot Bitcoin ETF mencatat arus masuk sekitar 250,22 juta dolar AS, dengan total akumulasi mencapai 57,95 miliar dolar AS.
Menurutnya, tren tersebut menunjukkan bahwa minat dan kepercayaan terhadap aset kripto masih kuat, meskipun pasar global sedang bergejolak.
Menariknya, kenaikan harga Bitcoin terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk setelah Iran menolak melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat. Kondisi ini menandakan bahwa pergerakan Bitcoin tidak hanya dipengaruhi sentimen risiko global, tetapi juga oleh permintaan yang stabil, terutama dari investor besar.
Antony menilai, struktur pasar kripto kini mulai berubah. Pergerakan harga tidak lagi sekadar dipicu sentimen jangka pendek, melainkan juga oleh akumulasi jangka panjang dari institusi melalui instrumen seperti ETF.
Di tengah ketidakpastian global, sebagian investor justru memanfaatkan situasi ini untuk mengakumulasi aset. Hal inilah yang ikut menopang harga, meski volatilitas jangka pendek tetap tinggi.
Selain faktor tersebut, kebijakan moneter Federal Reserve juga berperan dalam membentuk arah pasar. Ketidakpastian terkait suku bunga, di tengah inflasi yang belum stabil, membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Di sisi lain, semakin diterimanya aset digital sebagai bagian dari sistem keuangan modern turut memberikan dorongan positif bagi prospek jangka panjang.
Pergerakan harga juga dipengaruhi aktivitas di pasar derivatif. Saat harga mulai naik, banyak posisi short yang terpaksa ditutup, memicu fenomena short squeeze. Hal ini meningkatkan permintaan secara cepat dan mempercepat kenaikan harga dalam waktu singkat.
Secara keseluruhan, kombinasi faktor geopolitik, kondisi makroekonomi, arus dana institusional, serta dinamika pasar derivatif membuat pergerakan kripto semakin kompleks. Meski begitu, volatilitas tetap menjadi ciri utama pasar ini.
Karena itu, investor disarankan untuk tetap mengedepankan manajemen risiko dan melakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi.
Bitcoin Mendekati $79.500, Didukung Arus Dana Institusi
. (net)