Tridinews.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memangkas kuota BBM bersubsidi untuk 2026. Kuota Pertalite turun 6,28 persen menjadi 29,27 juta kilo liter (kl), sedangkan solar bersubsidi turun 1,32 persen menjadi 18,64 juta kl.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan penetapan kuota ini dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Selasa. Sementara itu, kuota minyak tanah justru meningkat 0,19 persen menjadi 526 ribu kl.
BPH Migas mencatat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi pada 2025 berhasil menghemat Rp4,9 triliun. Penyaluran solar subsidi tepat sasaran sebesar 97,49 persen dari kuota APBN 2025, menghemat 473,6 ribu kl atau Rp2,11 triliun. Penyaluran Pertalite mencapai 28,06 juta kl atau 89,86 persen dari kuota, menjadi sumber penghematan terbesar.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan BBM bersubsidi tersalur tepat sasaran dan tidak melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah.
BPH Migas Pangkas Kuota Pertalite 6,28% dan Solar Subsidi 1,32%
. (net)