Tridinews.com - Serangan pesawat tak berawak Rusia menghantam sebuah bus yang membawa pekerja tambang di Dnipropetrovsk, Ukraina tenggara, pada Minggu (1/2/2026). Akibat serangan ini, 12 orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka.
Bus tersebut membawa para pekerja tambang yang sedang dalam perjalanan pulang setelah menyelesaikan shift kerja. Menteri Energi Ukraina, Denys Shmyhal, menyebut serangan ini sebagai aksi “sinis dan terarah” terhadap pekerja sektor energi.
Polisi Ukraina melaporkan serangan drone terjadi di sekitar kota Ternivka, sekitar 65 kilometer dari garis depan pertempuran. Rekaman yang dirilis Layanan Darurat Negara Ukraina memperlihatkan bus hangus dengan jendela pecah dan keluar dari jalur.
Perusahaan energi DTEK mengonfirmasi korban tewas dan luka-luka merupakan karyawannya. Para pekerja sedang dalam perjalanan dari fasilitas pertambangan setelah jam kerja mereka selesai.
Serangan ini terjadi di tengah ketidakpastian terkait penghentian serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina. Beberapa hari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui penangguhan sementara serangan terhadap Kyiv dan beberapa kota lain selama cuaca dingin, meski Kremlin tidak merinci syarat maupun mekanismenya.
Pada hari yang sama, serangan drone Rusia juga menghantam rumah sakit bersalin dan bangunan tempat tinggal di Zaporizhzhia, melukai tujuh orang, termasuk warga yang tengah menjalani pemeriksaan medis.
Peristiwa ini terjadi saat Ukraina dan Rusia berada di bawah tekanan Amerika Serikat untuk melanjutkan pembicaraan damai. Putaran kedua perundingan trilateral antara Ukraina, Rusia, dan AS dijadwalkan berlangsung di Abu Dhabi pekan ini, namun kedua pihak masih berbeda pandangan terkait masa depan wilayah pendudukan Rusia di timur Ukraina, terutama kawasan industri Donbas.
Serangan Drone Rusia Tewaskan 12 Penambang di Ukraina
. (net)