Tridinews.com - Proses pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat memasuki hari kelima pada Rabu (28/1/2026). Hingga tahap ini, tim SAR gabungan telah menemukan sebanyak 50 jenazah korban yang tertimbun material longsor.
Incident Commander bencana longsor Cisarua, Ade Zakir, menjelaskan dari total 50 kantung jenazah yang dievakuasi, sebanyak 35 korban telah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI). Sementara itu, 15 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.
“Dari 50 body pack yang dibawa Basarnas, 35 jenazah sudah teridentifikasi, sementara 15 lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan,” ujar Ade.
Di sisi lain, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang diperkirakan sekitar 27 orang. Angka tersebut mengacu pada data awal jumlah korban yang diduga tertimbun longsor, yakni sekitar 80 orang.
Pada hari kelima pencarian, tim SAR kembali menemukan dua jenazah yang dievakuasi dari sektor A2. Kedua jenazah tersebut berhasil diangkat masing-masing pada pukul 11.06 WIB dan 15.46 WIB, kemudian langsung diserahkan kepada Tim DVI untuk proses identifikasi.
Ade menuturkan, kondisi cuaca menjadi tantangan besar dalam operasi pencarian. Hujan, kabut tebal, serta potensi longsor susulan membuat tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati.
“Situasi ini berdampak langsung terhadap proses pencarian, sehingga kegiatan SAR dilakukan secara terbatas, selektif, dan sangat mengutamakan keselamatan seluruh personel,” tegasnya.
Rekap Data Longsor Cisarua
- Korban selamat: 78 orang
- Total korban terdampak: sekitar 80 orang
- Ditemukan meninggal: 50 jenazah
- Teridentifikasi: 35 orang
- Masih hilang: 27 orang
Permukiman Rusak Parah
Bencana longsor ini menyebabkan kerusakan besar di tiga kampung di Desa Pasirlangu. Sebanyak 48 rumah warga dilaporkan rusak berat, sementara satu bangunan musala hancur tertimbun material longsor. Wilayah terdampak meliputi Kampung Pasirkuning, Kampung Pasirkuda, dan Kampung Babakan Cibudah.
Lima Prajurit Marinir Gugur Dievakuasi
Di tengah proses pencarian, TNI Angkatan Laut juga mengonfirmasi evakuasi lima prajurit Korps Marinir yang gugur dalam peristiwa longsor tersebut. Kelima prajurit itu adalah Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Koriq, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, dan Pratu Marinir Febry Bramantio.
Jenazah para prajurit telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing dan dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan negara atas pengabdian mereka. Hingga kini, pencarian terhadap 18 prajurit Marinir lainnya masih terus dilakukan.
TNI AL menyatakan duka mendalam atas gugurnya total 23 prajurit Korps Marinir dalam musibah tersebut. Pimpinan TNI AL memastikan seluruh hak para prajurit yang gugur dan keluarga mereka akan dipenuhi, termasuk santunan, beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban hingga jenjang sarjana, serta pendampingan psikologis.
200 Personel Dikerahkan
Untuk mempercepat proses evakuasi, TNI AL telah mengerahkan sekitar 200 personel Marinir yang bekerja bersama Basarnas, Polri, dan instansi terkait lainnya. Operasi SAR juga didukung berbagai teknologi, mulai dari drone, sensor thermal, anjing pelacak, hingga alat berat untuk menyisir timbunan material longsor.
Bencana tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari tersebut diduga kuat dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan latihan dalam waktu lama. Hingga kini, upaya pencarian masih terus dilakukan dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan.
50 Jenazah Ditemukan, 27 Korban Longsor Cisarua Masih Dicari
. (net)