Tridinews.com - Ketegangan konflik Timur Tengah kian meningkat setelah Iran dilaporkan untuk pertama kalinya meluncurkan rudal balistik jarak jauh sejauh 4.000 kilometer.
Menurut Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, dua rudal tersebut diarahkan ke pangkalan militer AS-Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia.
Langkah ini disebut sebagai ekspansi pertama serangan Iran ke luar kawasan Timur Tengah sejak konflik dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada 28 Februari.
“Ibukota Eropa seperti Berlin, Paris, dan Roma kini berada dalam jangkauan langsung,” ujar Zamir, menegaskan meningkatnya ancaman global dari konflik tersebut.
Eskalasi Meluas ke Level Global
Serangan ini menandai perubahan signifikan dalam pola konflik. Jika sebelumnya terbatas di Timur Tengah, kini jangkauan serangan berpotensi meluas hingga Eropa.
Di saat yang sama, serangan Iran juga terus menyasar wilayah Israel. Kota Dimona dan Arad kembali dihantam rudal, menyebabkan puluhan korban luka, termasuk anak-anak.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut situasi ini sebagai “malam yang sangat sulit” dan menegaskan Israel akan terus melanjutkan serangan balasan.
AS Pertimbangkan Kurangi Operasi
Di tengah eskalasi, Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk mengurangi operasi militernya.
Trump mengklaim AS hampir mencapai tujuannya, namun tetap menekankan bahwa negara lain harus ikut bertanggung jawab mengamankan Selat Hormuz—jalur vital bagi distribusi energi global.
Meski demikian, pernyataan Trump dinilai tidak konsisten karena di saat bersamaan, pasukan dan armada militer AS justru terus diperkuat di kawasan.
Dampak Energi dan Global
Konflik ini mulai berdampak luas ke ekonomi global. Harga gas alam di Eropa dilaporkan melonjak hingga 35 persen akibat gangguan pasokan energi.
Penutupan Selat Hormuz—yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia—semakin memperparah situasi, memicu kekhawatiran krisis energi global.
Beberapa negara seperti India dan Jepang bahkan harus melakukan negosiasi langsung dengan Iran agar kapal energi mereka tetap bisa melintas.
Risiko Perang Lebih Luas
Dengan jangkauan rudal yang semakin luas, target yang semakin beragam, serta dampak ekonomi global yang mulai terasa, konflik ini kini tidak lagi sekadar perang regional.
Para analis menilai dunia tengah menghadapi potensi eskalasi menuju konflik berskala lebih besar, dengan implikasi serius terhadap keamanan internasional dan stabilitas ekonomi global.
Iran Tembakkan Rudal 4.000 Km, Ancam Eropa
. (net)