Tridinews.com - Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan dua prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL gugur dalam insiden ledakan di Lebanon selatan.
Menurut juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, kedua prajurit tersebut tewas pada 30 Maret 2026 setelah kendaraan mereka hancur akibat ledakan yang belum diketahui asalnya di dekat wilayah Bani Hayyan.
Ia menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan insiden terpisah dari serangan sebelumnya, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.
Di sisi lain, pihak Militer Israel menyatakan tengah meninjau laporan tersebut untuk memastikan apakah ledakan itu berkaitan dengan aktivitas militer atau serangan dari kelompok Hizbullah.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, kembali menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Pernyataan senada juga disampaikan Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, yang mengecam keras insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran dalam konflik apa pun.
Insiden ini menambah daftar korban dari Indonesia, setelah sebelumnya satu prajurit TNI gugur akibat ledakan proyektil di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Dalam kejadian tersebut, tiga prajurit lainnya juga mengalami luka-luka.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia kembali menyampaikan kecaman keras dan mendesak dilakukan penyelidikan menyeluruh serta transparan.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan tingginya risiko yang dihadapi para penjaga perdamaian, bahkan saat mereka menjalankan misi untuk menjaga stabilitas dan keamanan dunia.
PBB: 2 Lagi Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan
. (net)