Tridinews.com - Kabar gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian dunia kembali menuai perhatian. Praka Farizal Romadhon, yang tergabung dalam UNIFIL, meninggal dunia akibat serangan di Lebanon selatan.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, meyakini pemerintah Indonesia akan mengambil langkah yang tepat dan terukur dalam merespons insiden ini. Ia menekankan pentingnya investigasi yang transparan serta penanganan melalui mekanisme hukum internasional.
“Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi perdamaian, sekaligus menjaga kehormatan dan martabatnya. Ketegasan harus berjalan seiring dengan kebijaksanaan,” ujar Sukamta.
Menurutnya, keterlibatan TNI dalam misi perdamaian PBB merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global. Namun, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa tugas tersebut penuh risiko.
Ia menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Duka mendalam juga disampaikan kepada keluarga almarhum. Praka Farizal diketahui meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berusia dua tahun.
Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia menyebut korban merupakan bagian dari Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL dari Yonif 113/Jaya Sakti, Aceh. Insiden terjadi pada 29 Maret 2026 di dekat Adchit Al Qusayr, di tengah eskalasi konflik antara Israel Defense Forces dan Hizbullah.
Dalam serangan tersebut, tiga prajurit lainnya juga mengalami luka, dengan satu di antaranya dalam kondisi berat.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah mengecam keras insiden ini dan mendorong dilakukannya penyelidikan menyeluruh.
Peristiwa ini kembali menegaskan besarnya pengorbanan para prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia di tengah konflik yang belum mereda.
DPR Yakin RI Ambil Langkah Terukur Usai TNI Gugur di Lebanon
. (net)