Tridinews.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa negosiasi untuk mengakhiri konflik dengan Iran menunjukkan perkembangan. Namun di saat yang sama, ia melontarkan ancaman keras jika kesepakatan tak segera tercapai.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut AS siap menghancurkan berbagai infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik, sumur minyak, hingga fasilitas ekspor di Pulau Kharg.
Ia juga menyinggung kemungkinan serangan terhadap fasilitas desalinasi air jika Iran tetap menutup Selat Hormuz—jalur penting perdagangan energi global.
“Jika kesepakatan tidak tercapai dan Selat Hormuz tidak dibuka, kami akan menghancurkan semua target itu,” tegas Trump.
Meski retorikanya keras, Trump mengklaim bahwa “diskusi serius” tengah berlangsung dengan pihak Iran, yang disebutnya sebagai pemerintahan baru yang lebih rasional. Ia juga menyebut peluang kesepakatan bisa tercapai dalam waktu cepat.
Proses diplomasi ini melibatkan sejumlah negara sebagai mediator, termasuk Pakistan, Turki, dan Mesir.
Namun, pihak Iran menegaskan belum ada negosiasi langsung dengan Washington. Komunikasi sejauh ini hanya berlangsung melalui perantara.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke berbagai target, termasuk fasilitas militer AS di kawasan Teluk.
Situasi ini membuat kawasan Timur Tengah berada dalam tekanan besar, dengan risiko eskalasi konflik yang masih terbuka jika jalur diplomasi gagal mencapai titik temu.
Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Energi Iran
. (net)