Tridinews.com - Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pasukan Amerika Serikat akan segera meninggalkan Iran dalam waktu dua hingga tiga pekan ke depan.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan pada Selasa (31/3/2026). Ia menyebut penarikan pasukan ini menandai berakhirnya operasi militer yang selama ini dilakukan bersama Israel.
“Kami akan segera pergi, mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu,” ujar Trump.
Konflik antara AS-Israel dan Iran sendiri telah berlangsung sejak akhir Februari, dengan serangan udara yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang di Iran. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah target, termasuk wilayah yang menampung aset militer AS di kawasan Teluk.
Trump juga menyinggung situasi di Selat Hormuz, yang sempat terganggu akibat konflik. Ia menyatakan bahwa setelah AS mundur, negara lain tetap bisa melintasi jalur tersebut dan menjaga keamanannya sendiri.
Selain itu, Trump mengklaim tujuan utama operasi militer—mencegah Iran memiliki senjata nuklir—telah tercapai. Ia bahkan menyebut kekuatan militer Iran kini sangat melemah dan membutuhkan waktu hingga 20 tahun untuk pulih.
Dalam pernyataan yang cukup kontroversial, Trump juga mengeklaim telah terjadi perubahan rezim di Iran setelah tewasnya Ali Khamenei. Ia menyebut kepemimpinan baru di Iran lebih moderat.
Meski demikian, situasi kawasan masih belum sepenuhnya stabil. Konflik yang terjadi telah berdampak pada kenaikan harga energi global serta mengganggu jalur distribusi minyak dunia.
Trump: Pasukan AS Akan Tinggalkan Iran dalam 2-3 Pekan
. (net)