Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serang Iran

austria-tolak-permintaan-as-gunakan-wilayah-udara-untuk-serang-iran . (net)

Tridinews.com - Pemerintah Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer melawan Iran, dengan alasan menjaga prinsip netralitas yang telah lama dianut.

Menurut laporan ORF, Kementerian Pertahanan Austria mengonfirmasi adanya beberapa permintaan dari Washington, meski tidak merinci jumlahnya.

Pegang teguh netralitas

Austria menegaskan tidak memberlakukan larangan total terhadap penerbangan AS, namun setiap permintaan akan dikaji secara individual. Kebijakan ini sejalan dengan prinsip netralitas militer yang telah menjadi bagian penting dari kebijakan luar negeri negara tersebut.

Sikap tegas juga datang dari oposisi. Partai Sosial Demokrat Austria (SPO) meminta pemerintah tidak memberikan izin apa pun, baik untuk penerbangan tempur maupun dukungan logistik.

Ketua SPO di Austria Hilir, Sven Hergovich, menilai keterlibatan dalam konflik justru akan merugikan kepentingan ekonomi dan perdamaian global.

Negara Eropa lain ambil sikap serupa

Austria bukan satu-satunya negara yang mengambil langkah tersebut. Spanyol dilaporkan menutup wilayah udaranya untuk penerbangan militer terkait konflik, sementara Italia menolak permintaan pesawat AS untuk mendarat di pangkalan di Sisilia.

Negara lain seperti Prancis dan Swiss juga disebut mengambil pendekatan serupa.

Konflik berdampak luas

Ketegangan meningkat sejak serangan udara yang dilancarkan AS bersama Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke berbagai target di kawasan, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Dampak konflik ini tidak hanya dirasakan secara militer, tetapi juga mengguncang pasar global, rantai pasok energi, serta sektor penerbangan internasional.



Editor: redaktur

Komentar