Tridinews.com - Arab Saudi dilaporkan mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan blokade di Selat Hormuz dan kembali membuka jalur perundingan dengan Iran. Laporan Wall Street Journal menyebut permintaan tersebut disampaikan melalui pejabat regional di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.
Kebijakan blokade angkatan laut di Selat Hormuz diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump dan mulai diberlakukan pada Senin (13/4) pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB. Langkah ini terjadi setelah kegagalan perundingan antara Washington dan Teheran di Islamabad, Pakistan, yang sebelumnya diharapkan dapat meredakan konflik.
Ketegangan meningkat setelah serangkaian konflik yang disebut telah berlangsung sejak akhir Februari, termasuk serangan yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran. Situasi ini disebut telah menimbulkan korban jiwa lebih dari 1.400 orang serta memperburuk stabilitas kawasan.
Arab Saudi dikabarkan khawatir eskalasi tersebut dapat memicu langkah balasan dari Iran, termasuk potensi penutupan Bab al-Mandab, jalur strategis di Laut Merah yang sangat penting bagi ekspor minyak negara-negara Teluk.
Selain itu, Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi global, sehingga setiap gangguan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi pasokan dan harga minyak dunia. Oleh karena itu, negara-negara Teluk disebut mendorong agar konflik kembali diselesaikan melalui jalur diplomasi.
Meski situasi memanas, laporan juga menyebutkan bahwa baik Amerika Serikat maupun Iran masih membuka peluang untuk kembali ke meja perundingan melalui mediator, asalkan ada fleksibilitas dari kedua pihak.
Arab Saudi Desak AS Hentikan Blokade Selat Hormuz, Dorong Negosiasi
. (net)