Kemlu Pastikan WNI Aman Usai Gempa 7,4 M dan Tsunami Jepang

kemlu-pastikan-wni-aman-usai-gempa-74-m-dan-tsunami-jepang . (net)

Tridinews.com - Pemerintah Indonesia memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam gempa besar berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang Jepang bagian utara pada Senin sore waktu setempat.

Melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Direktur Pelindungan WNI Heni Hamidah menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan WNI yang terdampak, baik akibat gempa maupun potensi tsunami yang menyusul.

Informasi tersebut diperoleh dari pemantauan intensif Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo yang terus berkoordinasi dengan komunitas diaspora Indonesia di wilayah terdampak, khususnya di Prefektur Aomori dan Iwate.

“Kami terus memonitor situasi dan berkomunikasi dengan WNI di daerah terdampak. Hingga saat ini, belum ada laporan korban dari WNI,” ujar Heni dalam keterangan tertulis.

Meski demikian, pemerintah tetap mengimbau seluruh WNI yang berada di wilayah rawan, termasuk Hokkaido, agar selalu waspada. Mereka diminta mengikuti arahan otoritas setempat, terutama terkait peringatan tsunami dan prosedur evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Bagi WNI yang menghadapi kondisi darurat, KBRI Tokyo juga telah membuka layanan hotline yang dapat dihubungi untuk mendapatkan bantuan segera.

Seperti diketahui, gempa kuat ini memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah pesisir Pasifik Jepang. Data dari United States Geological Survey (USGS) mencatat gempa terjadi pada pukul 07.52 GMT (14.52 WIB), dengan episentrum sekitar 71 kilometer dari Kota Miyako.

Pemerintah Jepang sendiri melaporkan magnitudo sedikit lebih tinggi, yakni 7,5, dan sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah Aomori, Iwate, dan Hokkaido.

Dampak gempa juga sempat mengganggu transportasi, termasuk penghentian sementara layanan kereta cepat yang menghubungkan Tokyo dengan Aomori. Meski demikian, pemerintah Jepang memastikan tidak ada gangguan pada fasilitas vital, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir di Aomori dan Miyagi.

Hingga kini, situasi masih terus dipantau dan belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar akibat peristiwa tersebut.

Editor: redaktur

Komentar