Iran Klaim Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Wajib Izin

iran-klaim-kuasai-selat-hormuz-semua-kapal-wajib-izin . (net)

Tridinews.com - Iran menegaskan kini sepenuhnya mengendalikan Selat Hormuz dan tidak ada kapal yang dapat melintas tanpa izin resmi dari angkatan bersenjata mereka, baik kapal milik sekutu maupun negara lawan.

Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, menyatakan penguasaan atas Selat Hormuz merupakan hak inheren Iran yang selama bertahun-tahun sebenarnya belum dimanfaatkan secara penuh.

“Saat ini, Korps Garda Revolusi Islam Iran di wilayah barat dan militer negara di wilayah timur mengendalikan selat tersebut dengan kekuatan. Tidak ada kapal, baik milik kawan maupun lawan, yang berhak melewatinya tanpa izin dan otorisasi dari pasukan kami,” ujarnya, seperti dikutip media Iran, Sabtu (2/5).

Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia. Karena itu, setiap ketegangan di kawasan tersebut selalu berdampak besar terhadap pasar energi global.

Menurut Akraminia, pengawasan ketat terhadap jalur itu dilakukan sebagai bagian dari hak kedaulatan nasional Iran, terutama setelah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hamid Ghanbari, mengungkapkan banyak negara kini secara mendesak meminta izin kepada Teheran agar kapal mereka tetap dapat melewati Selat Hormuz.

Ia menyebut permintaan tersebut disampaikan melalui teleks maupun surat resmi karena negara-negara tersebut khawatir terhadap potensi gangguan distribusi energi dan perdagangan internasional.

Iran mulai memperketat kontrol atas Selat Hormuz sejak 28 Februari 2026, ketika Teheran melarang jalur aman bagi kapal-kapal yang dimiliki atau terafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat.

Langkah itu diambil sebagai respons atas serangan gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran yang memicu eskalasi besar di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan di Selat Hormuz kini menjadi perhatian dunia internasional karena jalur tersebut menjadi titik vital bagi distribusi minyak mentah global. Jika akses terganggu, dampaknya bisa langsung terasa pada lonjakan harga energi dan stabilitas ekonomi dunia.

Editor: redaktur

Komentar