Tridinews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mencabut peringatan dini tsunami setelah gempa magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara. Peringatan tersebut berakhir pada pukul 09.56 WIB.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pencabutan peringatan ini menjadi langkah penting agar tim penyelamat dapat segera masuk ke lokasi terdampak.
Setelah status dicabut, tim SAR dan tim asesmen bangunan langsung dikerahkan untuk melakukan penanganan di wilayah yang terdampak gelombang tsunami.
BMKG mencatat terdapat sembilan wilayah yang sempat terdampak tsunami dengan ketinggian gelombang bervariasi, yaitu:
Halmahera Barat (0,3 meter)
Gita (0,24 meter)
Bitung (0,2 meter)
Kedi (0,15 meter)
Tagulandang (0,19 meter)
Sidangoli (0,35 meter)
Minahasa Utara (0,75 meter)
Belang (0,68 meter)
Bumbulan (0,13 meter)
Selain itu, BMKG juga mencatat adanya aktivitas gempa susulan yang cukup intens. Hingga pukul 09.50 WIB, tercatat total 48 gempa susulan dengan magnitudo antara 3 hingga 5,5. Dari jumlah tersebut, dua gempa sempat dirasakan oleh masyarakat.
Meski peringatan tsunami telah berakhir, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang.
BMKG Ungkap 9 Wilayah Terdampak Tsunami Usai Gempa Sulut
. (net)