Tridinews.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan baru terkait pembatasan program nuklir Iran akan jauh lebih baik dibandingkan perjanjian sebelumnya yang dicapai pada 2015.
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump kembali mengkritik kesepakatan era Barack Obama, yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Ia menyebut perjanjian tersebut sebagai salah satu yang terburuk yang pernah dibuat oleh AS.
Trump menegaskan bahwa dirinya tidak berada di bawah tekanan untuk segera mencapai kesepakatan, dan tidak akan terburu-buru jika hasilnya tidak sesuai standar yang diinginkan. Meski begitu, ia optimistis negosiasi dapat selesai dalam waktu relatif cepat.
“Kesepakatan dengan Iran akan diselesaikan dengan sempurna,” tulisnya, seraya menambahkan bahwa Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir di bawah perjanjian baru tersebut.
Ia juga menyinggung kebijakan blokade terhadap pelabuhan Iran yang, menurutnya, telah menyebabkan kerugian besar bagi Teheran. Trump menegaskan blokade tersebut tidak akan dicabut hingga kesepakatan tercapai.
Di sisi lain, Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran. Ia menyebut Teheran akan menghadapi “masalah besar” jika pembicaraan tidak menghasilkan kesepakatan.
Putaran baru negosiasi dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan. Delegasi AS akan dipimpin oleh J.D. Vance, sementara pihak Iran dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf.
Sebelumnya, kedua negara telah menggelar pembicaraan pada 11 April, namun belum mencapai kesepakatan karena sejumlah isu sensitif yang belum terselesaikan, meski sempat didahului gencatan senjata sementara.
Di tengah proses diplomasi tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menilai pelanggaran gencatan senjata oleh pihak AS menjadi salah satu hambatan utama dalam negosiasi.
Konflik antara AS, Israel, dan Iran sendiri terus memanas sejak serangan militer pada akhir Februari. Situasi ini berdampak luas, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik hingga gangguan distribusi energi global, terutama setelah Iran sempat memblokade Selat Hormuz.
Hingga kini, upaya diplomasi masih terus berlangsung dengan harapan tercapainya kesepakatan yang dapat meredakan konflik dan menstabilkan kawasan.
Trump Klaim Kesepakatan Nuklir Baru Iran Lebih Baik
. (net)