Rapper D4vd Didakwa Pembunuhan dan Mutilasi Remaja

rapper-d4vd-didakwa-pembunuhan-dan-mutilasi-remaja . (net)

Tridinews.com - Kasus kriminal yang mengejutkan publik Amerika Serikat akhirnya memasuki babak baru. Jaksa Wilayah Los Angeles County secara resmi mendakwa D4vd atas pembunuhan dan mutilasi seorang remaja perempuan berusia 14 tahun, Celesta Rivas Hernandez.

Kantor Los Angeles County District Attorney's Office mengumumkan dakwaan tersebut pada 20 April. D4vd, yang memiliki nama asli David Anthony Burke, menghadapi sejumlah tuduhan berat, termasuk pembunuhan, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, serta mutilasi jenazah manusia.

Jaksa Wilayah Los Angeles County, Nathan J. Hochman, mengungkapkan bahwa dugaan pembunuhan terjadi pada 23 April 2025. Namun, jasad korban baru ditemukan sekitar lima bulan kemudian di dalam sebuah Tesla yang terdaftar atas nama pelaku.

Tragisnya, jenazah korban ditemukan sehari setelah ia seharusnya merayakan ulang tahun ke-15.

Menurut keterangan jaksa, korban diduga mengalami pelecehan seksual berulang sebelum akhirnya dibunuh. Motif pembunuhan disebut berkaitan dengan upaya korban mengungkap dugaan tindakan kriminal pelaku yang dapat menghancurkan karier musiknya.

“Pelaku diduga membunuh korban, memutilasi tubuhnya, lalu menyembunyikannya dalam dua kantong di bagasi depan mobil,” ungkap Hochman.

Selain dakwaan utama, jaksa juga menambahkan sejumlah keadaan khusus yang memberatkan, seperti pembunuhan terhadap saksi, pembunuhan untuk keuntungan tertentu, serta tindakan penyergapan. Pelaku juga disebut menggunakan senjata mematikan dalam menjalankan aksinya.

Penyidik meyakini korban terakhir kali terlihat hidup saat diundang ke rumah pelaku di kawasan Hollywood Hills pada hari kejadian.

Jika terbukti bersalah, D4vd terancam hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat, bahkan hukuman mati.

Sementara itu, melalui pernyataan setelah dakwaan diumumkan, D4vd membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Proses hukum pun kini akan berlanjut di pengadilan.

Editor: redaktur

Komentar