Tridinews.com - Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Seyyed Majid Mousavi, menegaskan bahwa Iran tidak mempercayai negosiasi dengan Amerika Serikat di tengah konflik yang masih berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan di saat meningkatnya ketegangan akibat serangan yang melibatkan AS dan Israel, serta upaya mediasi yang dilakukan Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan antara Teheran dan Washington.
Mengutip laporan Press TV, Mousavi mengatakan bahwa Iran tidak menaruh kepercayaan pada proses negosiasi dengan AS, meskipun tetap terbuka terhadap kekuatan internal negara.
“Seperti yang dikatakan pemimpin kami, kami tidak mempercayai negosiasi dengan Anda, tetapi kami percaya pada kekuatan Tuhan, rakyat, dan para pejuang,” ujarnya.
Ia juga memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang “tegas dan keras”. Menurutnya, Iran telah melewati fase kelemahan dan siap menghadapi tekanan dari pihak luar.
“Di mana pun Anda berada, kami akan merespons kapan pun kami mau,” tegasnya.
Konflik di kawasan memanas sejak serangan udara pada 28 Februari yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan terhadap target strategis milik AS dan Israel di berbagai wilayah.
Selain itu, Iran juga sempat memblokade Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, sebagai bagian dari langkah strategisnya.
Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui gencatan senjata selama dua minggu yang dimulai pada 8 April. Namun, putaran pertama negosiasi antara Iran dan AS belum menghasilkan kesepakatan, yang menurut pihak Iran disebabkan oleh tuntutan yang dianggap berlebihan dari Gedung Putih.
Dengan gencatan senjata yang akan segera berakhir, situasi di kawasan Timur Tengah masih berada dalam ketidakpastian tinggi, dengan potensi eskalasi yang tetap terbuka.
Iran Tegaskan Tak Percaya Negosiasi dengan AS, Siap Balas
. (net)