Dokter Tifa Yakin 99% Akun Fufufafa Milik Wapres Gibran

dokter-tifa-yakin-99-akun-fufufafa-milik-wapres-gibran . (net)

Tridinews.com – Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menyimpulkan bahwa 99,9 persen akun Fufufafa adalah milik Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Dokter Tifa mengklaim kesimpulan tersebut didapat melalui penelitian ilmiah dengan metode neuro science behavior, neuro politica, dan psikologi forensik terhadap tulisan-tulisan akun Fufufafa di Kaskus.

"Saya melakukan analisis terhadap beberapa tulisan yang dimuat di akun Fufufafa, ada bukti-bukti kuat bahwa akunnya 99 persen dimiliki oleh Gibran Rakabuming Raka," ujar Dokter Tifa dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Senin (12/1/2026).

Ia menambahkan, dari total sekitar 5.000 tulisan di akun tersebut, ia mengambil sampel 50 tulisan yang sebagian besar bernada mengejek pihak tertentu, termasuk Prabowo Subianto saat Pilpres 2014.

Penelitian Dokter Tifa kemudian dituangkan dalam buku berjudul Gibran Black Brain, yang menguatkan kesimpulan bahwa akun Fufufafa adalah milik Gibran.

Akun Fufufafa sebelumnya sempat viral karena komentar-komentarnya yang menghina sejumlah tokoh nasional, seperti Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, mantan istri Prabowo, Titiek Soeharto, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta komentar rasis terhadap etnis Papua.

Sebelumnya, pakar telematika Roy Suryo juga menyatakan keyakinannya bahwa Gibran adalah pemilik akun Fufufafa. Roy menggunakan dua pendekatan, yaitu socio technical dan pure technical.

Pendekatan socio technical melihat gaya penulisan akun Fufufafa yang mirip dengan gaya tulisan akun media sosial Chili Pari, usaha kuliner milik Gibran. Sementara pendekatan pure technical memeriksa nomor handphone yang digunakan untuk akun Fufufafa, yang terhubung dengan email Chili Pari.

"Nomor tersebut ternyata ketika digunakan untuk recovery emergency, langsung masuk ke Fufufafa. Itu artinya jelas, tidak bisa terbantahkan lagi," jelas Roy Suryo.

Roy menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat lain selain meminta keterbukaan: "Kalau iya katakan iya, kalau tidak katakan tidak."

Editor: redaktur

Komentar