Rupiah Melemah ke Rp 16.860 per Dolar AS

rupiah-melemah-ke-rp-16860-per-dolar-as . (net)

Tridinews.com, Jakarta – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan menguat dalam dua pekan ke depan setelah sebelumnya melemah ke level Rp 16.860 per dolar AS pada Selasa (13/1/2026).

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa kebijakan nilai tukar rupiah sepenuhnya berada di bawah kewenangan Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral.

“Kalau rupiah kan saya enggak bisa ngomong, rupiah kan urusan bank sentral. Tapi begini, kalau nanti ekonominya membaik terus, harusnya rupiah kan menguat juga,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Bendahara negara menjelaskan bahwa penguatan rupiah akan didorong oleh meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut Purbaya, modal asing cenderung mengalir ke negara dengan pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan.

“Modal-modal asing akan masuk ke tempat yang negara yang menjanjikan pertumbuhan yang lebih tinggi. Triwulan keempat kemarin 5,45 persen, tahun ini mungkin kita bisa tumbuh ke arah 6 persen. Kita akan dorong ke arah sana,” ujarnya.

Purbaya menambahkan, dengan fondasi ekonomi yang kuat, investor akan semakin yakin untuk menanamkan modal di Indonesia sehingga berpotensi mendorong penguatan rupiah dalam waktu dekat.

Sebelumnya, BI melaporkan nilai tukar rupiah melemah ke Rp 16.860 per dolar AS pada Rabu (13/1/2026), menandai tekanan sementara pada mata uang domestik di pasar global.

Dengan prospek ekonomi yang stabil dan aliran modal masuk, Purbaya optimistis rupiah akan mulai menguat kembali dalam dua minggu ke depan.

Editor: redaktur

Komentar