Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.931 Triliun, Lampaui Target

realisasi-investasi-2025-tembus-rp1931-triliun-lampaui-target . (net)

Tridinews.com - Kinerja investasi Indonesia sepanjang 2025 mencatatkan hasil positif. Realisasi investasi berhasil menembus Rp1.931,2 triliun atau setara 101,3 persen dari target pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp1.905,6 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan capaian ini patut disyukuri, mengingat 2025 merupakan tahun yang penuh tantangan. Perekonomian global masih dibayangi perlambatan, ketegangan geopolitik, serta tekanan di perdagangan internasional.

“Target realisasi investasi 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun, alhamdulillah tercapai dan bahkan sedikit melampaui target yang sudah dicanangkan,” ujar Rosan dalam konferensi pers, Jumat (16/1/2026).

Secara tahunan, realisasi investasi 2025 tumbuh 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tak hanya itu, investasi yang masuk juga berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Sepanjang 2025, investasi mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2,7 juta orang, meningkat 10,4 persen secara year on year.

Dari sisi komposisi, penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp1.030,3 triliun atau 53,4 persen dari total investasi. Sementara penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp900,9 triliun atau 46,6 persen.

Rosan optimistis porsi investasi dalam negeri akan terus meningkat ke depan. “Kami melihat PMDN akan terus meningkat lebih besar lagi karena faktor Danantara. Saya bisa memastikan investasi dalam negeri di tahun 2026 akan tumbuh lebih tinggi,” tegasnya.

Berdasarkan wilayah, investasi di luar Pulau Jawa justru mencatat kontribusi lebih besar, yakni Rp991,2 triliun atau 51,3 persen. Adapun investasi di Pulau Jawa mencapai Rp940 triliun atau 48,7 persen dari total realisasi.

Sementara itu, lima negara dengan kontribusi investasi terbesar sepanjang 2025 adalah Singapura sebesar 17,4 miliar dolar AS, Hong Kong (RRT) 10,6 miliar dolar AS, Tiongkok 7,5 miliar dolar AS, Malaysia 4,5 miliar dolar AS, dan Jepang 3,1 miliar dolar AS.

Pemerintah menilai capaian ini menjadi bukti bahwa Indonesia masih mampu menjaga kepercayaan investor global, sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian dunia.

Editor: redaktur

Komentar