Tridinews.com - Cuaca buruk yang melanda Kabupaten Purwakarta hampir sepekan terakhir menyebabkan kematian massal ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Jatiluhur, Jawa Barat. Ratusan kilogram hingga berton-ton ikan air tawar mati mendadak, menimbulkan kerugian besar bagi para petani ikan.
Salah satu petani, Roni, pengelola KJA SGH di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, mengatakan kematian ikan terjadi secara tiba-tiba. Di kolamnya saja, hampir satu ton ikan mati sejak malam sebelumnya. Fenomena ini dipicu oleh perubahan kondisi air waduk akibat cuaca ekstrem, di mana air dingin dari dasar naik ke permukaan sehingga oksigen menurun drastis.
Sekitar 32 kolam jaring apung terdampak, dengan sebagian besar ikan masih muda dan belum layak panen. Kerugian yang dialami Roni diperkirakan mencapai Rp100 juta, sementara petani lain juga menghadapi kerugian serupa.
Bangkai ikan sebagian dimanfaatkan sebagai pakan ikan lain, seperti patin, atau diolah menjadi ikan asin. Ikan yang masih hidup namun kecil tidak bisa dijual. Fenomena ini dikenal sebagai up-welling, yakni naiknya air dari dasar waduk yang minim oksigen, sehingga ikan kekurangan oksigen dan mati.
Kejadian serupa kerap muncul saat musim hujan dengan intensitas tinggi dan minim sinar matahari. Para petani berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan solusi untuk meminimalkan kerugian akibat fenomena alam ini.
Cuaca Buruk, Ratusan Kg Ikan Waduk Jatiluhur Purwakarta Mati Massal
. (net)