Tridinews.com - Rusia menyatakan akan terus memperkuat kemampuan pertahanan di wilayah Arktik sebagai respons terhadap ketegangan yang muncul terkait Greenland. Pernyataan ini disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, dalam konferensi pers di Moskow, Kamis (15/1).
Zakharova menekankan bahwa Moskow mendukung posisi China dan menilai “tidak dapat diterima” menjadikan aktivitas Rusia dan China di Arktik sebagai alasan untuk meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
“Negara kami akan terus dengan tegas mempertahankan posisinya di wilayah Arktik, termasuk memperkuat kedaulatan nasional, kemampuan pertahanan, dan infrastruktur Jalur Laut Utara kami,” ujar Zakharova.
Juru bicara itu menyoroti narasi Amerika Serikat yang menempatkan Greenland sebagai “wilayah kepentingan AS” dan menuding Rusia sebagai ancaman. Zakharova menyebut peningkatan ketegangan di Arktik sebagai konsekuensi langsung dari tindakan NATO, yang menurutnya telah mengubah wilayah ini menjadi arena persaingan geopolitik.
Zakharova memperingatkan bahwa setiap upaya untuk mengabaikan kepentingan Rusia di Arktik, khususnya terkait keamanan, akan menimbulkan konsekuensi serius. Ia menyerukan agar semua perbedaan terkait Greenland diselesaikan melalui negosiasi sesuai hukum internasional dan mempertimbangkan kepentingan penduduk setempat.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan dalam unggahannya di Truth Social bahwa Washington membutuhkan kendali atas Greenland untuk sistem pertahanan udara dan rudal Golden Dome yang direncanakan. Greenland sendiri merupakan wilayah otonom Denmark, yang sejak 1951 dilindungi perjanjian pertahanan bersama AS.
Langkah Rusia ini menegaskan posisi tegasnya dalam menghadapi persaingan strategis di Arktik dan menyoroti potensi eskalasi ketegangan antara kekuatan global di wilayah kutub utara.
Rusia Tegaskan Perkuat Pertahanan Arktik Terkait Ketegangan Greenland
. (net)