Tridinews.com - Gedung Putih menyampaikan bahwa otoritas Iran telah menghentikan 800 eksekusi yang dijadwalkan di tengah aksi protes selama beberapa pekan terakhir. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa Washington terus memantau situasi dengan saksama.
“Presiden mengetahui hari ini bahwa 800 eksekusi yang telah dijadwalkan dan seharusnya dilaksanakan kemarin telah dihentikan,” ujar Leavitt kepada wartawan, Kamis (15/1).
Leavitt menambahkan, pemerintahan Presiden AS Donald Trump terus menilai perkembangan terkait Iran dan menegaskan bahwa langkah lanjutan masih mungkin diambil. “Presiden dan timnya memantau situasi ini dengan sangat dekat dan semua opsi tetap terbuka bagi presiden,” kata dia.
Trump sebelumnya berulang kali berjanji mendukung para pengunjuk rasa di Iran, di mana penindakan oleh otoritas Iran dilaporkan menimbulkan ribuan korban. Pekan ini, Trump memperingatkan bahwa Washington akan mengambil “tindakan yang sangat keras” jika eksekusi terhadap demonstran tetap dilakukan.
Sementara itu, pejabat Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel mendukung “kerusuhan” dan “terorisme” di tengah aksi protes tersebut. Meski pemerintah Iran belum merilis data resmi korban tewas atau jumlah tahanan, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency (HRANA), memperkirakan lebih dari 2.600 orang tewas, termasuk pengunjuk rasa dan aparat keamanan.
Langkah penghentian eksekusi ini menjadi sorotan internasional di tengah meningkatnya ketegangan dan perhatian dunia terhadap hak asasi manusia di Iran.
Iran Hentikan 800 Eksekusi Saat Protes, AS Pantau Situasi
. (net)