Tridinews.com - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza merupakan pengakuan internasional atas konsistensi dan posisi diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian, khususnya bagi Palestina.
Pernyataan itu disampaikan Sugiono melalui rekaman video yang diunggah di media sosial dan dipantau di Jakarta, Jumat. Ia menilai keanggotaan Indonesia bukan sekadar simbolik, melainkan cerminan kepercayaan dunia terhadap sikap politik luar negeri Indonesia yang selama ini vokal membela Palestina.
“Keanggotaan kita merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap diplomasi Indonesia, juga terhadap posisi dan pandangan Indonesia mengenai perdamaian dunia, terutama di kawasan Palestina,” ujar Sugiono.
Resmi Jadi Organisasi Internasional
Sugiono menjelaskan, Dewan Perdamaian Gaza resmi berdiri sebagai organisasi internasional setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam pembentukannya di sela agenda World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, Kamis waktu setempat.
Badan ini dibentuk untuk mengawasi berbagai aspek penting di Gaza, mulai dari administrasi pemerintahan, stabilitas keamanan, hingga proses rekonstruksi wilayah yang hancur akibat konflik berkepanjangan.
Tak hanya itu, Dewan Perdamaian Gaza juga akan berperan sebagai pengawas pemerintahan transisi Palestina yang nantinya menjalankan fungsi administrasi di wilayah Gaza.
Langkah Konkret Dukung Kemerdekaan Palestina
Sugiono menekankan, partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza adalah langkah nyata dan strategis, bukan sekadar pernyataan politik.
“Partisipasi Indonesia ini merupakan wujud langkah strategis, konstruktif, dan konkret dalam mendukung kemerdekaan Palestina,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, lanjut Sugiono, pos perbatasan Rafah direncanakan segera dibuka untuk memperlancar masuknya bantuan kemanusiaan. Selain itu, Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) juga akan dibentuk guna menjaga keamanan dan mendukung proses perdamaian di Gaza.
Ia menyebut Dewan Perdamaian Gaza menjadi salah satu alternatif paling realistis yang saat ini bisa diharapkan untuk mendorong terciptanya perdamaian berkelanjutan sekaligus membuka jalan bagi pengakuan kedaulatan Palestina.
Prabowo: Kesempatan Bersejarah untuk Gaza
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan bahwa Dewan Perdamaian Gaza merupakan kesempatan bersejarah untuk menghentikan kekerasan dan membangun masa depan yang lebih baik bagi rakyat Palestina.
Menurut Prabowo, Indonesia memiliki komitmen besar untuk berperan aktif dalam setiap upaya internasional yang bertujuan membawa perdamaian dan keadilan bagi Palestina.
Negara-negara yang bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, kata Prabowo, adalah negara-negara yang memiliki kehendak tulus untuk membantu rakyat Palestina dan mendorong perdamaian di kawasan tersebut.
Daftar Negara Anggota
Selain Indonesia, sejumlah negara yang telah menandatangani Piagam Dewan Perdamaian Gaza antara lain Hungaria, Bahrain, Mesir, Yordania, Kazakhstan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Keikutsertaan negara-negara ini diharapkan mampu memperkuat legitimasi dan efektivitas Dewan Perdamaian Gaza dalam menjalankan mandatnya di tengah situasi geopolitik yang kompleks.
Menlu : Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza Bukti Pengakuan Dunia
. (net)