Tridinews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa armada besar kapal militer AS tengah bergerak menuju Iran, namun ia berharap pengerahan kekuatan tersebut tidak perlu digunakan. Pernyataan ini disampaikan Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One setelah menghadiri agenda di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Trump menyebut pengerahan armada dilakukan sebagai langkah antisipasi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. “Mereka mengatakan bahwa mereka membatalkannya. Mereka tidak menundanya. Kami memiliki banyak kapal yang menuju ke arah sana, untuk berjaga-jaga. Saya lebih suka tidak terjadi apa pun, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat,” ujarnya.
Data pelacakan kapal menunjukkan kapal induk USS Abraham Lincoln, yang sebelumnya berada di Laut China Selatan, bergerak ke wilayah Timur Tengah bersama tiga kapal perusak pendamping. Menurut seorang pejabat Angkatan Laut AS, seluruh armada bergerak ke arah barat, memperluas opsi militer bagi AS untuk melindungi pasukan maupun melakukan operasi tambahan jika diperlukan.
Langkah ini menyusul ketegangan terkait dugaan eksekusi massal demonstran di Iran pada awal Januari. Trump sebelumnya telah mengancam campur tangan jika Iran melakukan tindakan brutal, dan pekan lalu menahan diri dari serangan besar setelah desakan sekutu di Timur Tengah agar menahan eskalasi.
Selain opsi militer, Trump juga memberlakukan tarif 25 persen terhadap negara-negara yang berbisnis dengan Iran, termasuk China dan Uni Emirat Arab. Meski menekankan kesiagaan militer, Trump juga membuka pintu diplomasi. “Iran ingin berbicara, dan kita akan berbicara,” katanya.
Pengumuman ini menegaskan strategi ganda AS: menjaga tekanan militer sambil tetap membuka peluang dialog, di tengah perhatian global terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.
Trump Sebut Armada Besar AS Menuju Iran, Tapi Harap Tak Digunakan
. (net)