Tridinews.com - Proses pencarian dan evakuasi korban longsor di Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih menghadapi tantangan berat. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya M Syafii mengungkapkan, kondisi cuaca dan material longsoran menjadi kendala utama bagi tim SAR gabungan.
Longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari itu meninggalkan material tanah bercampur lumpur tebal, sehingga menyulitkan pergerakan personel maupun alat berat di lapangan. Selain itu, hujan yang masih turun membuat risiko longsor susulan tetap tinggi.
“Pertama, kami sangat bergantung pada cuaca. Mudah-mudahan hari ini kondisinya lebih baik. Kedua, material longsoran masih berupa lumpur, ini jelas menyulitkan proses evakuasi,” ujar M Syafii dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, area terdampak longsor tergolong luas. Jarak dari titik mahkota longsor hingga lidah longsoran mencapai sekitar 209 meter, sehingga pencarian korban harus dilakukan secara bertahap dan ekstra hati-hati.
Untuk memaksimalkan upaya evakuasi, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai unsur, mulai dari unsur udara dan darat. Penggunaan drone dilakukan untuk pemantauan dari atas, sementara di darat pencarian dilakukan secara manual, dibantu alat berat dan unit K9 Polri (anjing pelacak) guna mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan material.
Di sisi lain, Polda Jawa Barat turut mengerahkan 65 personel lengkap dengan kendaraan dan perlengkapan SAR, seperti helm, sepatu boots, jas hujan, cangkul, sekop, tenda, hingga posko lapangan untuk mendukung operasi kemanusiaan ini.
Hingga Minggu pagi, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dengan berbagai metode, termasuk penggalian manual, penyemprotan tanah menggunakan alkon, serta observasi visual dari udara.
Update Korban
Berdasarkan data sementara Basarnas, total terdapat 113 warga dari 34 kepala keluarga yang terdampak longsor Cisarua. Dari jumlah tersebut, 23 orang berhasil diselamatkan, sementara sekitar 80 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Pihak berwenang mengimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi bencana untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah yang masih labil dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.
Proses pencarian dan evakuasi akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel dan warga di sekitar lokasi bencana.
Evakuasi Longsor Cisarua Terkendala Cuaca dan Lumpur Tebal
. (net)