Tridinews.com - Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, menegaskan Gaza kini menjadi salah satu wilayah paling berisiko di dunia bagi jurnalis dan pekerja kemanusiaan. Lebih dari 230 jurnalis dilaporkan gugur saat meliput konflik di Jalur Gaza.
Lazzarini menjelaskan bahwa pembatasan akses jurnalis ke Gaza justru memperkuat penyebaran disinformasi dan narasi ekstremis. “Jurnalis Palestina adalah mata dan telinga kami dalam melaporkan kengerian perang di Gaza. Mereka bekerja dengan keberanian dan ketabahan, meski menghadapi kondisi sulit,” ujarnya pada Ahad (25/1).
Ia menambahkan, para jurnalis bekerja erat dengan pekerja kemanusiaan untuk memberikan informasi yang akurat dan menyeluruh. Pelarangan akses mereka dinilai sengaja dilakukan untuk mendiskreditkan laporan langsung, mengurangi kredibilitas organisasi kemanusiaan internasional, dan merendahkan martabat warga Palestina.
Sumber: WAFA